Mengenal Penyakit Evali, Penyakit Paru-Paru Yang Disebabkan Rokok Elektrik

Hasil gambar untuk evali disease

Rokok elektronik atau yang lebih dikenal vape selama ini digadang-gadangkan mejadi alrtentif rokok dan lebih sehat. Namun pernyataan tersebut dibantah dengan bukti-bukti belakangan yang menunjukkan jika vape tidak lebih sehat dibandingkan rokok konvesional, bahkan penggunaan rokok elektronik seperti ini bisa menyebabkan penyait Evali yang cukup berbahaya bahkan dapat berakibat fatal.

Evali merupakan singkatan E-cigarette or Vaping-Product-Use Associated Lung Injury, penyakit paru akut ini diakibatkan karena penderitanya menghirup aerosol yang biasanya berasal dari Vape. Untuk lebih jelasnya, pada artikel kali ini akan dijelaskan lebih detail mengenai penyakit evali.

Fakta Mengenai Penyakit Evali

Penyakit yang menyerang paru-paru dan berkaitan dengan penggunaan rokok elektrik ini telah memakan korban jatuh sakit hingga lebih dari 1.000 orang. Bahkan terdapat laporan jika korban jiwa telah menginjak lebih dari 20 orang di Amerika Serikat. Penamaan Evali ini diberikan oleh sebuah Badan yaitu Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Meskipun para ahli belum meyakini dengan pasti jika penyebab tunggal penyakit ini berasal dari penggunaan rokok elektrik, akan tetapi 80% persen penderita Evali adalah perokok vape dengan kandungan tetrahydrocannabinol (THC) atau cannabidiol (CBD). Selain itu penyakit ini pun juga menunjukkan respon pada pemberian antibiotic. Meskipun terdengar asing, hingga kini CDC AS telah melaporkan jika ada 40 kasus kematian yang berkaitan dengan penggunaan rokok elektronik secara berlebihan.

Sementara berdasarkan riset yang tertulis dalam American Journal of Preventive Medicine pada pertengahan tahun 2019 silam, rokok elektrik meningkatkan resiko penyakit jantung bahkan hingga 30% dibandingkan dengan orang yang tidak menggunakan rokok elektrik sama sekali. Apalagi jika seseorang mengkonsumsi rokok elektrik dan rokok konvesional sekaligus secara bersamaan, membuat resiko penyakit juga akan lebih tinggi. Infeksi paru-paru lainnya seperti emfisema, bronchitis, asma, maupun penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan penyakit akut yang beresiko mengintai pemakai dua jenis rokok ini.

Penyebab Dan Gejala

Peneliti dan dokter menemukan adanya kesamaan pola antara para pasien Evali ini, yaitu sama-sama mengkonsumsi rokok elektrik dalam jangka waktu beberapa lama sebelum terkena infeksi paru-paru. Mengutip dari Yale Medicine, penyebab utama penyakit Evali bisa jadi dikarenakan vitamin E Asetat dan Tetrahidrocanabinol (THC) yang dihirup dan masuk ke dalam tubuh ketika menggunakan rokok elektrik.

Meskipun dinamakan rokok, namun cairan yang terkandung dalam vape tidak hanya nikotin saja namun juga perasa bahkan hingga ada beberapa vape yang mengandung ganja. Penelitian terbaru juga menemukan kandungan dalam cairan vape berupa vitamin E asetat dosis tinggi. Vitamin E bukanlah zat yang berbahaya, namun cairan yang mirip seperti minyak yang mengklaim jika mengandung vitamin E ini sangat erat kaitannya dengan penyakit paru-paru.

CDC dan Food and Drug Administration masih mengalami kesulitan menginvestigasi hal yang berkaitan tentang kasus ini. Dikarenakan di pasaran sendiri ada banyak jenis produk-produk rokok elektrik yang tersedia. Sekitar 60% pasie menggunakan vape dengan kandungan nikotin. Namun 76% lainnya kebanyakan menggunakan produk dengan kandungan THC atau Tetrahydrocannabinol, senyawa yang ada dalam kandungan ganja. Dan bisa jadi ada lebih dari 1 penyebab untuk kasus penyakit ini.

Diagnosa penyakit ini terbilang cukup sulit karena gejala-gejala yang ditunjukkan pasien mirip dengan gejala pada gangguan pernapasan lainnya. karena itulah untuk memastikan apakah gangguan pada kesehatan paru-paru tersebut merupakan evali, diperlukan pemeriksaan rontgen untuk memastikannya. Namun umumnya, penderita Evali biasanya akan menunjukkan gejala-gejala dibawah ini:

  • Demam
  • Sakit dada
  • Batuk-batuk
  • Flu
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Jantung berdebar-debar
  • Nafas cepat dan dangkal

Meksipun gejala-gejala diatas dirasakan seseorang, namun diagnosis penyakit ini baru dapat ditegakkan saat pengidap melaporkan telah mengkonsumsi rokok elektrik selama 90 hari sebelum muncl gejala-gejala yang dirasakan.

Apakah Evali Bisa Diobati?

Jika anda menemukan diri anda maupun saudara atau teman mengalami gejala-gejala diatas. Maka segera bawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk mengetahui apakah hasil pemeriksaan benar-benar positif evali atau tidak, nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan rinci terlebih dahulu dan mengecek pernapasan. Setelah itu barulah dilanjutkan melakukan pemeriksaan rognten bagian dada maupun CT Scan. Dengan begitu, dokter dapat melihat bagaimana kondisi paru-paru pasien.

Lalu apakah evali bisa diobati?

Jika pemeriksaan pasien ditemukan jika kondisi paru-paru telah mengalami kerusakan, mungkin akan langsung dirujuk untuk perawatan inap sehingga mendapatkan penanganan segera. Adapun obat-obatan yang diresepkan kepada pasien antara lain adalah:

  • Antibiotik
  • Anti virus
  • Kortikosteroid

Namun jika kondisi pasien yang positif evali terbilang cukup parah, maka pihak dokter akan memberikan fasilitas seperti ventilator serta oksigen tambahan sehingga memudahkan pasien untuk bernapas.

Meskipun belum terdapat fakta-fakta yang jelas mengenai penyakit evali ini, namun alangkah lebih baik jika mengurangi penggunaan rokok elektrik maupun rokok konvensional sekalipun. Dengan begitu, akan mengurangi resiko terkena penyakit evali maupun penyakit paru-paru lainnya.

Related posts

Leave a Comment