Jenis Hipertensi Paru-Paru Dan Penyebab Paling Umum

Hasil gambar untuk pulmonary hypertension patient

Jika membahas mengenai hipertensi, mungkin yang dipikirkan banyak orang adalah kondisi dimana tekanan darah dalam tubuh yang tinggi. Namun apa jadinya jika hipertensi terjadi pada organ paru-paru? Penyakit ini terbilang cukup langka namun kondisinya tak boleh dianggap remeh. Jika tidak ditangani dengan tepat bisa menyebabkan komplikasi yang cukup serius.

Mengenal Penyakit Hipertensi Paru

Hipertensi paru-paru atau yang juga dikenal sebagai hipertensi pulmonal merupakan kondisi adanya tekanan darah tinggi pada bagian pembuluh vena, kapiler dan arteri paru-paru. Penderita hipertensi paru-paru biasanya akan mengalami gejala pusing, pingsan, sesak napas, hingga bengkak pada kaki. Bukan hanya itu saja, hipertensi paruparu juga menyebabkan kondisi yang fatal seperti gagal jantung.

Penyebab Hipertensi Paru

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, hipertensi paru merupakan jenis tekanan darah tinggi namun lebih spesifik terjadi pada pembuluh darah paru-paru dan sisi kanan jantung. Kondisi ini terjadi saat arteri pulmonal yang bekerja membawa darah kurang oksigen yang berasal dari jantung menuju paru-paru menjadi terhambat. Hambatan ini disebabkan dinding arteri pulmonal yang menebal dan menyempit. Sehingga aliran darah menjadi tidak lancar serta tekanan dalam arteri paru-paru juga semakin meningkat.

Ketika tekanan meningkat, bilik kanan bawah jantung (ventrikel kanan) tentunya harus lebih keras bekerja dalam memompa darah yang menuju paru-paru. Seiring waktu, membuat otot jantung melemah dan mengakibatkan gagal jantung.

Jenis Hipertensi Paru

Penting untuk dipahami jika hipertensi paru bukan merupakan kondisi yang hanya disebabkan satu penyebab saja. Dalam banyak kasus, penyakit ini dapat muncul diakibatkan riwayat kesehatan yang telah dimiliki lebih dulu atau muncul sebagai komplikasi penyakit. Karena itulah hipertensi paru terkadang tidak menunjukkan gejala-gejala khusus, tergantung penyebab dasarnya. Sehingga hipertensi paru dapat dibedakan dalam berbagai kategori.

Kategori 1

Untuk kategori 1 atau yang juga dikenal sebagai hipertensi paru idiopatik. Penyebab kondisi ini belum diketahui secara pasti, namun para ahli mempercayai jika kondisi ini dapat disebabkan beberapa faktor antara lain:

  • Riwayat genetic dari keluarga
  • Kelainan jantung bawaan
  • Riwayat medis tertentu, seperti penyakit hati kronis, lupus scleroderma, dan infeksi HIV
  • Efek samping mengkonsumsi obat resep dan narkoba, semisal metamfetamin

Kategori hipertensi I ini bisa menyerang rentang usia berapanpun, namun seringkali ditemukan pada penderita wanita dewasa. Wanita muda yang berada di usia subur juga memiliki resiko tinggi terkena jenis hipertensi paru ini.

Kategori II

Untuk penyebab jenis hipertensi II ini berkaitan dengan penyakit jantung, terutama yang hanya menyerang pada bagian sisi kiri jantung, seperti:

  • Penyaki gagal jantung hanya pada bagian bilik kiri bawah jantung atau ventrikel kiri
  • Penyakit katup mitral
  • Tekanan darah tinggi dalam jangka panjang

Kategori III

Jika kategori sebelumnya lebih berkaitan dengan penyakit jantung, berbeda halnya dengan kategori 3 ini lebih berkaitan dengan kondisi yang menyerang organ paru-paru. Adapun kondisi yang dapat menyebabkan hipertensi paru-paru antara lain adalah:

  • Fibrosis
  • Emfisema
  • Penyakit paru obstruktur kronis (PPOK)
  • Sleep apnea maupun gangguan pernapasan saat tidur

Bahkan bukan hanya itu saja, bermukim di dataran tinggi juga dapat menyebabkan hipertensi arteri pulmonal. Mengapa? Semakin tingga letak daratannya, tentu akan semakin rendah tekanan udar di kawasan tersebut. inilah yang menyebabkan kerja paru-paru lebih keras lagi.

Kategori IV

Penyebab hipertensi jenis ini dikaitkan dengan penyakit pembekuan darah. Baik itu secara umum, maupun pembekuan darah yang terjadi hanya di organ paru paru atau emboli paru-paru.

Kategori V

Sedangkan hipertensi paru yang masuk kedalam kategori V seringkali dipicu terkait kondisi medis tertentu. Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui pasti mengenai masalah-masalag medis yang dapat menyebabkan hipertensi paru. Namun banyak dikaitkan dengan kegagalan ginjal kronis, adanya tumor yang dapat menghalangi pembuluh vena, kapiler, atau arteri paru-paru, penyakit penyimpanan glikogen dan lainnya.

Pengobatan Hipertensi Paru

Hipertensi pulmonal adalah penyakit yang hingga kini belum bisa disembuhkan sehingga pengobatan hipertensi paru hanya ditujukan meredakan gejala serta menghambat agar penyakit tidak berkembang parah. Jika terdiagnosa sedari dini, kerusakan arteri pulmonal permanen masih dapat dicegah. Salah satu pilihan perawatan yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian obat-obatan seperti Sildenafil atau tadalafil, Antagonis kalsium, Antikoagulan, Iloprost, Diuretik, dan Digoxin

Selain pemberian obat-obatan, dokter juga memberikan suplemen oksigen untuk penderita hipertensi paru-paru. Di samping itu, sebagian penderita hipertensi pulmonal juga dianjurkan menjalani operasi tang dapat mengatasi gejala-gejala yang dirasakan.

Related posts

Leave a Comment