6 Ciri-Ciri Bayi Autis yang Perlu Diketahui Sejak Dini

Bayi Autis.jpg

Autism Spectrum Disorder (ASD) atau Autism adalah sindrom fungsional dan organik pada otak yang menyebabkan gangguan perkembangan mental, verbal dan emosional yang mungkin dapat dialami manusia sejak masih bayi. Ciri-ciri bayi autis sangat memungkinkan untuk dideteksi sejak usia dini.

Umumnya gejala-gejala Autis dapat ditengarai dengan jelas pada usia balita di atas 2 tahun, yaitu ketika ia mulai belajar berinteraksi sosial. Di saat anak lain aktif bergaul, anak Autis justru teralienasi. Namun beberapa kasus Autisme juga berhasil dideteksi pada umur bayi 6-12 bulan, di mana muncul gejala Ecocalia, yaitu menirukan segala perkataan orang lain tanpa tujuan.

Selain berbagai sindroma Autism di atas, berikut adalah ciri-ciri bayi Autis yang perlu diketahui sejak dini. Penting dipahami karena semakin cepat mendapat penanganan, maka sang anak bisa lebih mudah diarahkan menuju kemandirian.

Ciri-Ciri Bayi Autis.jpg

1. Tantrum

Tanda Autis pada bayi dan anak yang paling sering terjadi adalah tantrum. Studi kasus menyebutkan bahwa tantrum lebih banyak terjadi pada anak Autis yang terlalu banyak mengonsumsi gula. Maka dari itu, diet dan pengaturan menu makan perlu diterapkan orang tua dengan anak ASD.

Banyak orang tua yang belum paham, apa yang dimaksud dengan tantrum, terutama orang tua yang baru pernah memiliki anak dengan Mild Autism maupun Hyper Autism. Tantrum sebenarnya adalah perilaku memberontak, marah, sedih dan menyakiti diri sendiri yang ditunjukkan pengidap ASD. Biasanya dipicu karena ketidakpuasan mereka terhadap suatu hal. Namun karena keterbatasan bahasa dan komunikasi, mereka jadi hanya mampu memukul-mukul kepalanya sendiri.

Perilaku memukul-mukul kepala sendiri atau menangis pasti dialami anak Autis. Sedangkan gejala dan ciri-ciri bayi Autis tidak begitu kentara. Namun dengan penerapan pola diet gula sejak bayi, diharapkan anak Autis bisa lebih tenang saat kanak-kanak nanti. Tenang dalam bersosialiasi dengan lingkungannya.

2. Terlambat Bicara atau Tidak Bicara Sama Sekali

Bayi Autis cenderung terlambat bicara dibandingkan bayi seusianya. Di kala anak lain sudah belajar mengucapkan “mama” atau “papa”, bayi Autis lebih sering mengekspresikan dirinya melalui tangisan atau bahasa isyarat.

Bahkan pada salah satu tipe Autism, sama sekali tidak mampu bicara atau non verbal. Biasanya anak non verbal ini lebih sering tantrum karena sangat sulit mengutarakan maksud dan keinginannya pada sang orang tua.

3. Menolak Kontak Mata

Ini juga menjadi ciri-ciri bayi Autis yang paling khas. Mereka menolak kontak mata, sekalipun dengan ibu dan ayah mereka. Kecuali pada tipe Mild Autism atau Autism ringan masih bisa terjadi kontak mata.

Bayi biasanya saat dicandai oleh mamanya pasti tersenyum atau tertawa. Jika anak Autis, maka akan diam saja atau sama sekali tidak ada respon signifikan. Namun para bunda tidak perlu khawatir, seiring berjalannya waktu, bayi Autis akan belajar berani menatap mata orang lain saat diajak bicara.

Bayi Autis.jpg

4. Tingkat IQ yang Rendah atau Justru Superior

Memang tidak ada hubungannya antara ciri-ciri bayi Autis dengan tingkat IQ mereka karena Austism Spectrum Disorder tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan seseorang. Namun pengalaman menunjukkan bahwa selama ini anak Autis pun terbagi ke dalam kelompak IQ yang rendah atau justru tinggi sekali.

Meski begitu, berbeda untuk kasus Sindrom Asperger. Banyak anak Asperger justru menjuarai aneka lomba matematika, sains dan seni. Sayangnya diagnosa sindrom ini agak sulit ditegakkan saat anak masih bayi.

5. Memiliki Daya Ingat yang Kuat

Di balik kelemahan, tentu ada kelebihan. Meskipun mengalami gangguan perkembangan syaraf, anak Autis memiliki daya ingat yang kuat sekali. Mereka memiliki memori penyimpanan kilas balik peristiwa dengan sangat baik.

Namun bakat alami ini tidak sama rata dialami semua anak Autis. Semua tergantung pada bagaimana pola pengasuhan orang tua kepada anaknya. Apakah sang anak dibimbing untuk mengasah bakatnya dalam menghafal atau tidak.

6. Tertarik Pada Urutan dan Benda Berputar

Ini adalah ciri-ciri bayi Autis hingga anak-anak dengan ASD yang juga sangat khas. Mereka biasanya suka sekali dengan kegiatan menata dan mengurutkan benda-benda. Misalnya menyusun kartu dan mainan hingga tertata rapi dan memanjang.

Sedangkan untuk bayi Autis, juga bisa terlihat dari bagaimana ketertarikannya pada benda-benda berputar. Misalnya ia menjadi suka melamun untuk menatap mainan gantungan yang berputar. Bayi lain bisa saja tertawa, namun bayi Autis akan menatapnya tanpa ekspresi.

Dari 6 ciri-ciri balita dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di atas, manakah yang ciri-cirinya paling tepat? Jika sudah didiagnosa positif Autism, janganlah putus asa karena Autism bisa dikendalikan, meski sulit disembuhkan.

Related posts

Leave a Comment